News Update :
alexbucely hacker newbie. Powered by Blogger.

Popular Posts

Showing posts with label Manajemen Resiko dan Manajemen Modal. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Resiko dan Manajemen Modal. Show all posts

Download Ebook Gratis tentang Pengendalian Emosi saat Trading

Thursday, June 7, 2012


Ebook ini ditulis oleh Larry Levin, judul aslinya adalah “The Secrets To: Emotion Free Trading”, dengan tagline “How To Consistently Act In Your Own Best Interest With Your Off-The-Floor Trading!”. Dalam ebook ini pertama-tama akan diberikan suatu cerita tentang dua trader yang memiliki perbedaan dalam persiapan terjun ke dunia forex. Keduanya memiliki niat dan semangat yang kuat untuk masuk ke perdagangan forex ini, namun memiliki perbedaan dalam persiapan trading mereka. Sebenarnya apa yang mempengaruhi kesuksesan para forex trader? Dari mana harus memulai belajar forex?
Nah, apabila Anda ingin mengetahuinya, Anda wajib membaca ebook karya Larry Levin ini dan mempelajarinya secara menyeluruh. Isinya lumayan banyak, sampai 97 halaman dan berbahasa Inggris (maaf belum sempat menterjemahkan). Namun apabila Anda kesulitan dalam bahasa Inggris, silakan diterjemahkan di Google Translate meskipun hasilnya kurang memuaskan. :)

Silakan download ebook psikologi trading:

download-robot-forex-gratisSemoga ebook tersebut bermanfaat bagi perjalanan Anda menjadi trader sukses di masa depan. Amin :)

Multiple/Covering Position

Adalah suatu cara mengatasi kesalahan yang bertujuan untuk mengunci kerugian dan sekaligus mengurangi tingkat kerugian. Bahkan sekaligus dapat menutupi kerugian tersebut. Caranya segera membuka kontrak baru yang berlawanan dari kontrak semula, dimana jumlah posisi atau jumlah lot lebih banyak. Selanjutnya semua open position tersebut dapat dilikuidasai secara serempak.


salam profit by: alexbucely

Initial Margin & Margin Added


Initial Margin adalah modal awal yang hendak alexbucely setorkan pada pialang atau broker untuk bertrading, sedangkan margin added adalah modal tambahan yang mungkin anda tambahkan untuk anda bertrading/mempertahankan posisi yang terfloating bila ada di kemudian hari. Dengan dana yang cukup, anda memiliki sedikit kebebasan untuk melakukan maneuver-manuver dalam trading anda dan mengurangi beban psikologis karena terbatasnya modal.

Perihal margin added, beberapa orang lebih menyukai untuk menyetorkan initial margin mereka dengan jumlah secukupnya dengan alasan bahwa jika di kemudian hari account mereka terancam margin call maka mereka dapat menambahkan dana (injection) guna menahannya. Ya boleh-boleh saja. Hanya dalam hal ini beberapa factor yang perlu anda perhatikan.

· Waktu antara penyetoran hingga dana efektif masuk ke account anda biasanya 1 hingga 2 hari. Pertimbangkan dengan masak jangan sampai margin call terjadi dalam 2 hari ke depan. Jadi, lakukan injection jauh-jauh hari untuk amannya.
· Bagi yang gemar injection, anda harus tahu sampai batas mana anda hendak berhenti melakukan injection. Ini untuk mencegah terjadinya kerugian yang tak terkendali. Pertimbangkan juga biaya transfer antar bank luar negeri yang besarnya kadang bisa mencapai 30 dollar. Ya lumayanlah biayanya.
· Apakah setidaknya kemungkinan profit dapat tercapai apabila anda melakukan injection?

Besarnya Resiko per Trade yang bersedia anda tanggung

Resiko pertrade artinya apabila sekali alexbucely / anda membuka posisi, berapa besar batasan loss yang mau alexbucely/ anda tanggung jika seandainya posisi kita berlawanan dengan market? Kelak hal ini akan berkaitan dengan bagaimana anda membangun sebuah trading system. Kendala yang dihadapi pemula adalah seringkali tidak bersedia mengatakan bahwa kita keliru dan menutup posisi kita yang loss (cut loss). Maksud dari poin ini adalah stop loss itu penting. Dan itu merupakan bagian dari money management. Tanpa itu, maka trading kita seperti sebuah kendaraan tanpa
rem.

Maximum Drawdown


masih seputar forex lagi... alexbucely akan membahas maximum drawdown..
Yang dimaksud dengan maximum maximum drawdown adalah berapa besarnya loss berturut-turut yang mungkin terjadi dalam trading anda. Mari kita mulai dengan sebuah perumpamaan: katakanlah kita memiliki sebuah trading system yang mampu memberikan akurasi profit 70% dalam tiap bulannya. Artinya yang kita miliki adalah 70% dan sisanya 30% lainnya adalah loss. Atau dalam 100 kali transaksi maka 70 kali posisi yang kita buka adalah untung dan 30 lainnya rugi. Lumayan bagus bukan?
Tetapi itu saja tidak cukup. Money management menentukan di sini. Bagaimana apabila kita mengalami loss yang 30 kali itu secara berturut-turut? Jadi, dari trade pertama hingga trade ke-30 kita mengalami loss da barulah trade ke-31 hingga ke- 100 profit kita peroleh. Nah, masalahnya apakah dana yang tersisa setelah trade ke-30 masih mencukupi untuk bertransaksi di trade ke-31 dan seterusnya? Inilah yang dimaksud dengan drawdown. Berapa besarnya drawdown maksimun yang mungkin terjadi? Jadi, bagaimana solusinya? Solusinya ada beberapa cara, yaitu :

Solusi 1 : Memperbaiki system trading anda sehingga tidak lagi menjadi 70:30, misalnya menjadi 90:10.

Kelihatannya memang sangat baik bukan? Tapi ini jelas tidak mudah. Memiliki system yang mampu memprediksi 90% pergerakan harga dengan akurat tentu membutuhkan waktu yang tidak singkat kalau tidak mau kita katakana bertahuntahun. Ya ini memang solusi teoritis terbaiknya namun secara realistis ini sulit.

Solusi 2 : Memperbesar modal.

Hal ini masih lebih mungkin dibandingkan dengan solusi pertama tadi. Dengan memperbesar modal maka kita memiliki buffer yang lebih besar untuk menahan loss agregat tadi. Tentu saja jumlah lot yang terbuka harus tetap dan tidak boleh bertambah dalam tiap kali transaksi. Namun kendala di sini adalah apabila dana yang kita miliki terbatas. Dalam keadaan ini kita harus kembali ke solusi pertama atau solusi ketiga di bawah ini.

Solusi 3 : Memperkecil loss per transaksi

Nah, ini solusi sederhana dan rasanya lebih dapat diterima. Maksudnya apabila tadinya kita menggunakan katakanlah 10% dari dana kita untuk bertransaksi, yaitu untuk menentukan besarnya Stop Loss maka kita perlu menguranginya menjadi misalnya 5%. Begini maksudnya, apabila anda menggunakan 10% dengan modal 1000 itu artinya Stop Loss anda besarnya 100 poin (1000 x 10% = 100) sedangkan apabila menggunakan 5%, maka Stop Loss anda besarnya 50 poin. Mari kita lihat contoh kasus berikut ini. katakanlah kita menggunakan modal sebesar $1000 dan hanya membuka posisi sebanyak 1 lot setiap transaksinya. Mari kita lihat bagaimana perbandingannya apabila kita mengalami drawdown sebanyak 30 kali.
Perhatikan bahwa pada drawdown ke 30, dana yang tersisa dengan menggunakan 10% dari total modal, maka tersisa hanya sebesar 47$. Sedangkan dengan menggunakan 5% tersisa 226$. Berbeda lima kali lipat! Dengan sisa dana $47, apa yang bisa kita lakukan? Bahkan untuk membeli AUDUSD sebanyak 1 lot pun tidak bisa. Hanya injection yang bisa. Tapi, kabar baiknya anda masih bisa trading di broker yang kita rekomendasikan. Dengan demikian maka kesimpulannya semakin kecil persentase modal yang digunakan semakin aman trading kita jadinya. Namun tentu saja ada kendalakendala yang perlu anda lalui untuk dapat mencapai persentase kecil seperti itu. Diantaranya sanggupkah anda bertrading dengan Stop Loss yang lebih sempit dari biasanya? Nah, ini perlu dipertimbangkan lagi. Lalu berapa persentase terbaik?

Beberapa trader professional mengatakan besaran terbaik adalah di bawah 2%! Jadi, 5% masih terlalu besas sesunggunya. Dengan 2% apabila anda memiliki modal sebesar $1000, maka Stop Loss anda bergeser menjadi 20 poin saja. Sangat kecil bagi seorang swing trader. Tapi itu, adalah persentase yang benar. Artinya bila anda hendak bermain swing maka gunakan dana yang lebih besar. Ingat, modal tidak bisa dibohongi.
4. Risk to Reward Ratio

Risk to reward ratio merupakan perbandingan antara resiko yang anda ambil dengan keuntungan yang diperoleh setiap kali membuka posisi. Dalam prakteknya nanti ini akan diterjemahkan berapa point besar Stop Loss dan Limit yang anda gunakan setiap kali posisi diambil. Para trader pemula acap kali menentukan
besarnya limit mereka, namun sama sekali tidak menggunakan Stop Loss. Alasannya kalau menggunakan Stop Loss dan targer profit, lebih seringnya Stop Loss-nya yang tersentuh sehingga sering rugi. Jadi, akhirnya kebanyakan pemula bertrading dengan menggunakan target profit namun melupakan Stop Loss mereka.

Namun, dari sisi risk to reward ratio, hal ini benar-benar membahayakan sang trader sendiri. Katakanlah target profit yang diambilnya adalah sebanyak 30 poin. Dengan tidak memasang Stop Loss maka perbandingan keuntungan dan resiko menjadi 30: ~ alias 30 berbanding tak terhingga. Ini dikarenakan apabila resiko benar-benar terealisasi maka itu artinya seluruh dana anda habis dikarenakan batasan resiko itu sendiri adalah margin call. Dengan demikian adalah penting untuk mengatur Risk to Reward Ratio anda dengan benar. Jadi, lupakan bertrading tanpa adanya Stop Loss! Jika dalam trading anda Stop Loss anda acap kali tersentuh, maka mungkin memang anda perlu mengatur ulang system trading dan penentuan Stop Loss serta limit anda. Intinya, jangan salahkan keberadaan Stop Loss apabila posisi anda terlikuidasi karenanya. Keberadaan Stop Loss disini adalah untuk membatasi kerugian anda dan bukan untuk membangkrutkan anda.

Hedging


selamat malam sobat alexbucely... di sini alexbucely akan membahas tentang manajemen forex salah satu nya hedging... 
Hanya di pasar FOREX, dimana saat terjadi krisis keuangan global, yang memungkinkan untuk membatasi resiko bisnis Anda yang dipicu oleh fluktuasi nilai tukar yang cukup besar di pasar mata uang. 
InstaForex adalah salah satu dari sedikit perusahaan yang menawarkan kepada Klien pelayanan konsultasi perlindungan dan realisasi program, diarahkan pada perlindungan suatu aset dasar.

Mengapa pasar Forex adalah satu-satunya cara untuk menjamin modal Anda pada masa krisis ekonomi makro? 
Perusahaan yang berhubungan dengan operasi perdagangan luar negeri di seluruh dunia (eksportir dan importir), merupakan peserta aktif di pasar mata uang Forex internasional. Eksportir memiliki kepentingan tetap dalam menjual mata uang asing dan importir memiliki kepentingan dalam pembelian pertukarannya. Nilai mata uang secara terus-menerus berubah terutama di masa krisis ekonomi makro. Akibatnya harga sebenarnya dari pembelian atau penjualan komoditas dapat ikut berubah, dan kontrak yang tadinya tampak menguntungkan bisa jadi merugikan pada akhirnya. Ada departemen analitik di perusahaan-perusahaan besar yang berhubungan dengan operasi ekspor dan impor. Pada situasi dimana diketahui volatilitas pasar keuangan sedang tinggi, maka hal ini akan mengakibatkan ketidak-mungkinan untuk menjamin keutuhan modal, terutama untuk jangka waktu yang panjang. Itu sebabnya investasi modal di pasar mata uang Forex, adalah satu-satunya cara untuk melakukan hedging (perlindungan modal).

Apa saja perlindungan kerugian yang dapat diberikan Pasar Forex? 
Dana Anda berikut laba atau biaya dimasa depan dalam mata uang asing, memiliki resiko terhadap perubahan nilai mata uang. Perhitungan di banyak perusahaan biasanya didasarkan pada satu jenis mata uang saja (misalnya Dolar Amerika), oleh karenanya sebagai akibat dari penilaian item-item pemasukan dan pengeluaran berdasarkan mata uang asing, apabila nilai mata uang tersebut berubah maka hal ini bisa berubah menjadi keuntungan atau kerugian. Hedging (perlindungan) dari resiko mata uang adalah pertahanan dana dari perubahan nilai mata uang, berupa penetapan nilai mata uang aktual dengan maksud untuk menutup transakasi. Hedging mengarah kepada suatu fakta bahwa resiko terhadap fluktuasi mata uang telah dihapus dari perusahaan. Fakta ini memberikan kesempatan untuk perencanaan bisnis yang akan datang dan memperoleh hasil dana yang pasti, yang tidak akan terpengaruh oleh fluktuasi mata uang. Hal ini juga memberikan kemudahan dalam penetapan harga, menghitung keuntungan, gaji, dll.

Hedging dari resiko mata uang dengan bantuan transaksi tanpa aliran dana (menggunakan leverage) memberikan keuntungan tambahan: 
  • tidak diperbolehkan untuk mengambil kembali dana berjumlah besar dari "capital turnover"
  • diperbolehkan untuk menjual mata uang, yang akan didapatkan dimasa depan
Ada dua jenis hedging, yaitu hedging pembeli dan hedging penjual. Hedging pembeli digunakan untuk mengurangi resiko yang terkait dengan kemungkinan kenaikan harga barang. Hedging penjual digunakan dalam situasi sebaliknya, yaitu pembatasan resiko yang terkait dengan kemungkinan penurunan harga barang. Prinsip umum hedging pada perdagangan luar negeri yaitu dimana posisi mata uang pada pembukaan rekening dagang, berlaku juga sebagai posisi yang akan datang pada saat dana dikonversi balik. Importir perlu membeli mata uang asing, maka dari itu dia membuka posisi beli pada rekening trading di awal, dan ketika datang saatnya pembelian mata uang di bank Importir tersebut, dia menutup posisinya.
Eksportir perlu menjual mata uang asing, maka dari itu dia membuka posisi jual mata uang pada rekening trading di awal, dan ketika datang saatnya pembelian mata uang di bank Eksportir tersebut, dia menutup posisi ini. Untuk memulai hedging bukalah akun trading di Grup Perusahaan InstaForex yang menyediakan layanan jasa trading di pasar Forex.

Tindakan hedging resiko oleh perusahaan yang mengimpor barang dari Eropa: perusahaan importir menunggu pasokan paket dari Eropa sejumlah tertentu dalam Euro selama satu bulan. Perusahaan mempunyai mata uang dollar di rekeningnya dan dia harus mengkonversi dolar ke Euro di bank itu. Itulah mengapa perusahaan memutuskan untuk membatasi resiko kenaikan harga Euro dengan cara melakukan transaksi dalam akun trading yang pembukaannya berlawanan arah. Menggunakan leverage 1:1000 maka diperlukan investasi 1% dari jumlah yang harus dilindungi. Dalam kasus naiknya nilai Euro maka perusahaan menderita kerugian karena volatilitas pasar yang tinggi dengan konversi Euro di bank, tetapi keuntungan pada rekening trading mengkompensasi kerugian ini. Total jumlah laba dan rugi akan menjadi nol. Dengan cara ini perusahaan membebaskan diri dari kesulitan akibat kemungkinan naiknya nilai Euro dan menyelamatkan dananya untuk kegiatan lainnya.

Biaya hedging tidak seberapa dibandingkan dengan jumlah kontrak hedging. Tujuan hedging bukan meningkatkan keuntungan tapi mengurangi potensi kerugian. Itulah mengapa efisiensi hedging di masa krisis dan dua - tiga tahun setelahnya dapat dianggap sebagai langkah yang tepat dari aktivitas sebuah perusahaan trading. Program hedging yang baik bukan hanya mengurangi resiko kerugian tetapi juga membebaskan sumber daya perusahaan dari pengeluaran yang tidak semestinya.

Jika Anda menginginkan perputaran uang yang terkendali, maka perkirakan realisasi volume dan jangka waktu barang Anda, kemudian spesialis kami dapat membukakan posisi pada pasar mata uang untuk Anda dan hal ini dapat menolong Anda untuk menghindari kerugian. Jika Anda memiliki pertanyaan tentang Hedging, Anda dapat menghubungi kami melalui email:support@instaforex.com. Bahkan jika Anda tidak pernah menggunakan hedging terhadap aset, kami akan menjelaskan secara sederhana kepada Anda bagaimana cara melakukannya dan bagaimana membuat rencana yang paling tepat untuk skema hedging bisnis Anda.

Blog Archive

 

© Copyright Alexbucely 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.